SIGI – CORONG SULTENG.ID, Kegiatan cross country yang menjadi salah satu rangkaian Festival Danau Lindu resmi dimulai, Selasa (21/7/2026). Sebanyak 30 tim dilepas untuk menempuh perjalanan kaki menuju Lindu dan dijadwalkan tiba pada Kamis (23/7/2026).
Pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, di RTH Taman Taiganja Kulubula, Kecamatan Sigi Biromaru.
Samuel mengatakan, cross country merupakan salah satu agenda dalam Festival Danau Lindu yang tidak hanya menghadirkan tantangan bagi peserta, tetapi juga diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat di sepanjang rute perjalanan.
” Ini adalah rangkaian kegiatan Festival Danau Lindu. Salah satu kegiatannya adalah cross country. Hari ini mereka kami lepas dan sesuai rencana akan tiba di Lindu pada hari Kamis ,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh peserta telah menjalani skrining kesehatan sebelum diberangkatkan. Berdasarkan laporan panitia, pemeriksaan dilakukan hingga tahap final pada malam sebelum keberangkatan sehingga hanya peserta yang dinyatakan sehat secara fisik yang diizinkan mengikuti kegiatan.
Selama perjalanan, peserta juga akan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan di titik pemeriksaan di Pakuli. Hanya peserta yang dinyatakan memenuhi syarat yang diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Selain pemeriksaan kesehatan, panitia menyiapkan sejumlah pos istirahat di sepanjang rute. Sementara kebutuhan konsumsi ditanggung masing-masing peserta karena kegiatan tersebut tidak dipungut biaya pendaftaran.
” Intinya kami mengatur manajemen perjalanan dan manajemen waktu karena memang konsep kegiatannya seperti itu, ” kata Samuel.
Peserta cross country tidak hanya berasal dari Kabupaten Sigi, tetapi juga dari Kabupaten Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu.
” Peserta berasal dari Parigi, Donggala, Kota Palu, dan sisanya dari Sigi. Jadi kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta dari Sigi, ” ujarnya.
Samuel berharap pelaksanaan cross country perdana tersebut dapat memberikan kesan positif bagi masyarakat. Ia mengingatkan seluruh peserta untuk tetap tertib selama perjalanan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.
” Kami berharap pelaksanaan cross country ini menjadi kegiatan yang berkesan. Meski peserta berjalan dalam jumlah banyak, mereka tetap tertib dan tidak menimbulkan kemacetan. Itu akan menjadi cerita yang baik di tengah masyarakat, ” katanya.
Selain menjaga ketertiban, peserta juga diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan, mereka didorong untuk memungut sampah yang ditemukan di sepanjang rute perjalanan.
” Kalau melihat ada sampah di sepanjang perjalanan, mereka justru diharapkan memungutnya, ” tutur Samuel.
Ia juga berpesan agar seluruh peserta dan panitia menjaga silaturahmi selama kegiatan berlangsung demi terciptanya suasana yang aman, tertib, dan penuh kebersamaan.(**).












