SIGI – CORONG SULTENG.ID,Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Sigi dijadikan momentum memperkuat nilai keagamaan sekaligus sarana edukasi dan konsolidasi sosial. Kegiatan dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan perkawinan anak dan penyalahgunaan narkoba, mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga kualitas generasi penerus.
Berlangsung di kediaman Bupati Sigi, Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Kamis malam (3/9/2026), kegiatan dihadiri Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi, Sekda Nuim Hayat, Ketua TP-PKK Sigi Siti Halwiah, pimpinan OPD, tokoh agama dan masyarakat, organisasi perempuan, majelis taklim, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dalam sambutannya menyampaikan, kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan peradaban, termasuk penguatan martabat perempuan, nilai pendidikan, dan kehidupan sosial. Menurutnya, semangat keteladanan Rasulullah harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan masyarakat, seperti stunting, kemiskinan, narkoba, dan perkawinan anak.

“Maulid Nabi bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi bagaimana kita mengambil hikmah dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat yang beradab, sehat dan berakhlak mulia,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat atau pemerintah. Ketahanan keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial, sehingga peran ibu dan organisasi perempuan didorong untuk memperkuat edukasi hingga ke tingkat desa dan dusun.
Selain itu, Bupati juga menyoroti percepatan penurunan stunting yang menunjukkan tren positif, serta persiapan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) TB hingga ke kecamatan dan desa. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga, yang dapat membantu ekonomi rumah tangga.

Menyikapi musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027, Bupati mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, dan permukiman. Ia juga mengajak melaksanakan doa bersama dan salat istisqa memohon turunnya hujan.
Penceramah Jamaludin L. Nusu dalam tausiyahnya mengajak meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat, menekankan bahwa pembangunan generasi berkualitas harus dimulai dari keluarga yang harmonis.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa bersama dan salawat, sebagai ajakan memperkuat ukhuwah Islamiyah serta kolaborasi membangun Kabupaten Sigi yang religius, maju, sehat dan sejahtera. (**).












