Corong Sulteng

Bunda PAUD Sigi Prioritaskan 18 Desa Belum Punya Akses PAUD Demi Wujudkan Pendidikan Berkualitas Untuk Semua.

80
×

Bunda PAUD Sigi Prioritaskan 18 Desa Belum Punya Akses PAUD Demi Wujudkan Pendidikan Berkualitas Untuk Semua.

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

SIGI – CORONG SULTENG.ID, Bunda PAUD Kabupaten Sigi, Hj. Siti Halwiah Rizal Intjenae, memprioritaskan penanganan 18 desa yang belum memiliki akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun melalui satu tahun prasekolah, peningkatan kualitas PAUD, serta pemenuhan hak anak.Sidera Senin, (12/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Siti Halwiah yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi, usai pemaparan dalam kegiatan Advokasi Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun melalui 1 Tahun Prasekolah, PAUD Berkualitas dan Pemenuhan Hak Anak Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan berlangsung di Aula Tadulako UPT Pendidikan dan Pelatihan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota.

Siti Halwiah mengatakan, advokasi tersebut bertujuan mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat akses pendidikan anak usia dini sekaligus mendukung pencapaian SDGs tujuan keempat, yakni pendidikan berkualitas dan pendidikan untuk semua.

Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah pendataan anak usia 4–6 tahun, khususnya usia 5–6 tahun, untuk mengetahui jumlah anak yang telah mengakses layanan PAUD maupun yang belum mendapatkan layanan tersebut.

Oplus_131072

“ Kita berangkat dari data terlebih dahulu, kemudian memetakan apa persoalannya sehingga akses PAUD belum terbangun di 18 desa tersebut, ” ujarnya.

Siti Halwiah menegaskan, 18 desa yang belum memiliki akses PAUD akan menjadi prioritas penanganan. Melalui pendataan yang terarah, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan setiap desa dan menentukan langkah penyelesaian sesuai kondisi di lapangan.

Ia menjelaskan, para Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa akan diminta segera mengisi rencana tindak lanjut (RTL) setelah mengikuti kegiatan advokasi tersebut. Data yang dihimpun nantinya mencakup lokasi desa, jumlah anak usia sasaran yang belum mengakses PAUD, jumlah anak yang sudah terlayani, serta berbagai kendala yang menyebabkan belum tersedianya akses PAUD.

“ Strateginya kita data dulu. Setelah itu, kita petakan di mana desanya, apa persoalannya, berapa jumlah anak yang belum terakses PAUD dan berapa yang sudah terakses, khususnya anak usia 5 sampai 6 tahun, ” jelasnya.

Selain memperluas akses layanan PAUD, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para Bunda PAUD mengenai tugas pokok dan fungsi masing-masing, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.

Siti Halwiah juga menekankan pentingnya pelantikan Bunda PAUD di setiap jenjang agar pelaksanaan tugas dan program dapat berjalan sesuai ketentuan serta memiliki landasan formal.Ia menyebutkan, pelantikan Bunda PAUD telah dilakukan di seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Sigi.

Selanjutnya, para Bunda PAUD kecamatan diharapkan melantik Bunda PAUD di tingkat desa secara berjenjang.

“ Setelah kegiatan ini, saya berharap Bunda-Bunda PAUD sudah memahami tugas dan fungsinya. Yang belum dilantik agar segera dilantik terlebih dahulu, supaya mereka mengetahui tupoksinya dan memiliki dasar untuk melaksanakan kegiatan, ” tuturnya. (**).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *